Lupa-Lupa Ingat

Pernah gak mengalami hal yang menyebalkan ini?

Sebenarnya kamu sudah melewati sebuah tempat, sudah beberapa kali lewat bahkan, dan yakin suatu hari nanti kamu akan mengunjungi tempat tersebut.

Lalu di saat hari di mana kamu butuh tempat tersebut tiba, kamu mendadak lupa ingatan. Hmmm tepatnya lupa-lupa ingat lokasi tempat tersebut. Kamu ingat pernah lewat di sana tapi lupa lokasinya. 

Kamu mencoba mengingat-ingat tapi tak menemukan juga dan akhirnya menyerah untuk mengingatnya.

Tapi, di lain hari, di saat kamu tak membutuhkan tempat tersebut, tiba-tiba aja dengan mudah kamu mengingat lokasi tersebut. Dan benar saja, saat kamu mulai mengikuti instingmu, kamu langsung bisa menemukan tempat itu dengan mudah! 

Ya, seperti kejadian hari Minggu lalu. Di tengah hari dengan cuaca terik, aku berniat ke tukang pangkas (barber shop) untuk merapikan rambut.

Sudah jauh-jauh datang ke tempat langganan, eh tempatnya tutup. Ngacir ke langganan satunya, eh sama aja hasilnya, TUTUP! 

Lalu aku ingat sepertinya pernah lewat barber shop lain, tempat baru dan pengen nyobain, siapa tahu cuttingnya cocok. Kan lumayan bisa jadi opsi nantinya. 

But unlucky me! Aku sama sekali gak ingat lokasi tepatnya di mana. Mencoba mengingat-ingat tapi gak dapet clue juga. Memutari jalan yang biasa aku lewati dengan feeling penuh keyakinan bahwa lokasinya di sana, eh ga nemu juga. 

Yasudah sih, akhirnya nyerah, pulang ke rumah dan batal potong rambut karena barber shop langganan tutup dan ga nemu tempat baru. 

Lalu….. 

Tiga hari kemudian….. 

Iseng-iseng lewat jalan yang kadang dilewati juga, eh taunya tuh barbershop yang aku cari terpampang nyata begitu aja! 

Hih! Nyebelin ga sih? 

Kemarin pas giliran dibutuhin…. malah ga inget lokasinya di mana. Mencoba mengingat-ingat, ga inget lokasinya di mana. Giliran udah gak butuh, malah ngelewatin lokasinya dengan mudah tanpa harus capek-capek mengingat lokasinya! 

Huh! 

Rusak, Santet! 

Kudu Dijogo Hang Bener

RUSAK SANTET! 

Tiba-tiba pandangan mata saya tertuju dengan sebuah kardus barang yang diletakkan di bagian rak kereta siang itu. Perjalanan dari Banyuwangi menuju Surabaya terasa agak membosankan, namun sedikit terhibur dengan kardus unik ini. 

Banyuwangi, kabupaten yang terletak di ujung timur Pulau Jawa ini memang memiliki beragam keunikan. Ada wisata alam, wisata kuliner, bahkan wisata budaya. 

Kota yang terkenal dengan sebutan Sunrise of Java memang tak bisa dipisahkan dengan ilmu santet yang sudah tak asing lagi bagi masyarakat dari berbagai penjuru. 

Saya hanya cekikikan membayangkan jika santet ini benar-benar terjadi bagi orang yang sengaja merusak kardus yang berisi barang bawaan penumpang ini, hihihi. 

Anyway, setelah tiba di Stasiun Gubeng Surabaya, saya baru ngeh jika kardus yang berisi “santet” ini merupakan pembungkus barang-barang dari salah satu pusat toko oleh-oleh yang terkenal di Banyuwangi. 

Ternyata, banyak juga penumpang yang membawa kardus berisi “santet” ini di dalam gerbong kereta tadi! Hiiiiiiiiiii! 

Patung Penari Gandrung

Penari Gandrung memang menjadi salah satu ikon unik dari Kabupaten Banyuwangi. Dengan pose lenggak-lenggok mengenakan kostum dan hiasan kepala menjadi ciri khas. 

Di Banyuwangi sendiri terdapat dua buah patung Penari Gandrung. Di daerah Gunung Gumitir yang merupakan pintu masuk Banyuwangi di sisi selatan. Dan di daerah Pantai Watudodol yang menjadi pintu masuk dari sisi utara. 

Ada mitos menarik tentang patung ini. Konon jika malam tiba, patung ini berlenggak-lenggok menarikan tari Gandrung! Hiiiiiiiiiiii

Oh iya, setiap tahunnya, pemerintah Kabupaten Banyuwangi menyelenggarakan Festival Tari Gandrung di Pantai Boom yang diikuti oleh ribuan penari yang berasal dari berbagai kalangan di Banyuwangi lho! 

Duh, bikin penasaran dengan festivalnya. Sudah berkali-kali bertandang ke Bumi Blambangan namun belum kesampaian melihat Festival Tari Gandrung ini 😢

View on Path

Ayam Betutu Men Tempeh (Lagi?) 

Iya, ini kali kedua saya kembali lagi ke warung ayam betutu Men Tempeh di Gilimanuk. Rasanya ga afdol jika sudah jauh-jauh naik kereta ke Stasiun Banyuwangibaru tanpa melipir nyeberang Selat Bali untuk mencicipi ayam betutu ini. 

Soal rasa masih sama. Sama-sama enak seperti pertama kali mencoba. Sama-sama pedas tapi masih aman untuk perut saya. 

Sayangnya sore ini saya tak mendapat sunset ketika menyeberangi Selat Bali seperti kala itu. 

Tapi setidaknya saya dapat kenalan bule Itali yang lucu #eh

Hotel Dafam Fortuna Seturan Jogja

Welcome to the cave! 

Hari ini pindah kamar ke Hotel Dafam Fortuna Seturan. Hotel yang kata orang masuk hotel murah (rate 300-500an, tapi buat eik ini mayan termasuk mahal -iye lah biasa nginep di kamar 100 rebuan).

Kesan pertama sampai adalah….. sempit! Iya, parkiran depannya sempit, cuma muat 4 biji mobil udah empet-empetan (tapi ga tau basement nya luas apa enggak).

Proses cek in cepet dan harus ninggalin uang deposit. Aku ambil kamar rate paling bawah hari ini dan dapet kamar di lantai satu alias lantai dasar dengan pemandangan tembok pembatas bangunan!

Nyari kamarnya juga agak riweuh karena dapet lokasinya berada di paling belakang dan penataan nomornya acak! Serasa diajak mainan labirin 😵
Setelah lelah berjuang akhirnya nemu lokasi kamarnya juga kak (oke ini lebay). Pas masuk ternyata kamarnya……..mayan sempit (seperti petuah babang resepsionis tadi yang bilang kamarnya terlalu sempit makanya nawarin upgrade kamar -tp saya udah ga punya duit bang-).

Sebenarnya kamarnya ga sempit2 amat sih, cuma mereka salah menempatkan ukuran furniture aja, makanya jadi sempit. Fix, ga bisa glosoran di lantai jadinya 😭😂
Dari segi fasilitas ya standar hotel hotel bintang 3 lah. Bed, AC, tipi, amenities, welcome drink, teh & kopi, dan teko air panas (yang ini penting, bisa buat nyeduh mie instan -hemat kak-)
Surprisingly, pas masuk kamar ternyata…… babar blas ga ada sinyal (ane pakai si biru dan si kuning) 😭 

Boro-boro sinyal internet, sinyal nelpon aja ga dapet 😭 (jadi malah enak kan, bisa bobok cantik sehari semalam tanpa gangguan 😂). Tapi tenang, masih bisa connect wifi hotel sih biar tetep eksis di sosial media #eh.
Dari segi lokasi lumayan oke lah. Berada di area Seturan (yang terkenal jadi area anak gaulnya Jogja). Lumayan deket dengan bandara. Deket cafe&tempat makan (kekinian), ATM dan minimarket! 

Cuma kalau mau ke Malioboro lumayan jauh kak! Kalau mau “piknik” paling deket ke Hartono Mall apa Amplaz aja ya (sekalian kabar-kabar kalau ada diskon) 😝
View on Path

Hotel Ishiro Jogja

Sebenarnya hotel ini sudah cukup nyaman dan oke sih untuk sekelas hotel murah (dan buat para backpakcer yang mengedepankan kenyamanan namun dengan budget minimal).

Di rate harga kurang dari 200K (pakai aplikasi OTA ya), udah dapet double bed, ruangan AC, dan sarapan (cuma ga tau menu makanannya spt apa).

Lokasi hotelnya sendiri cukup strategis (in my opinion) karena dekat dengan kampus UGM, RS Sarjito, Galeria Mall dan Jogja City Mall. Ada pula pusat kuliner dan jajanan (dari yang murah sampai kekinian di sekitar Jl Kaliurang).

Kalau mau ke Malioboro pun juga lumayan dekat (pakai motor ga sampai 10 menit – tergantung kondisi lalu lintas).
Cuma sayang sih, fasilitas kamar mandinya kurang diperhatikan.

Kebersihan sudah oke lah (in my opinion, dibanding hotel kelas sejenis yang pernah aku singgahi). Showernya kurang ditata, cuma digeletakin gitu deket wastafel (ga digantung gt, gantungannya ga proper jadi ga bisa dipakai nangis di bawah guyuran shower 😂) plus air panasnya ga setiap saat nyala.
Eim satu lagi, babang resepsionisnya kalau bisa senyum dan lebih ramah dikit bakal lebih asyik deh.
Kalau kalian mau singgah ke Jogja, mungkin hotel ini bisa jadi pilihan jika kalian ingin tinggal agak jauh dari kebisingan area Malioboro yang melegenda.